·ERP

Cara memilih vendor implementasi ERP (tanpa menyesal)

Cara memilih vendor implementasi ERP (tanpa menyesal)

Memilih vendor ERP sama pentingnya dengan memilih software-nya. Sistem terbaik pun gagal di tangan implementator yang salah. Berikut cara menilai.

Kriteria vendor yang baik

  • Discovery dulu, harga kemudian. Vendor yang serius memahami proses Anda sebelum menyebut angka. Angka final tanpa memahami kebutuhan hanyalah tebakan.
  • Lingkup & biaya tertulis. Proposal berisi modul, jadwal, dan biaya yang jelas — perubahan scope disepakati dulu, bukan muncul di tagihan.
  • Jujur soal kecocokan. Kalau kebutuhan Anda lebih cocok dengan integrasi atau solusi lain, vendor yang baik mengatakannya.
  • Dukungan pasca go-live. Sistem butuh pendampingan setelah live. Pastikan ada support ber-SLA, bukan ditinggal begitu saja.
  • Referensi dan portofolio. Minta contoh proyek serupa dan hasilnya.

Tanda bahaya

Waspadai vendor yang:

  • Memberi harga final di pertemuan pertama, sebelum tahu proses Anda.
  • Menjanjikan semua bisa tanpa syarat — proyek nyata selalu punya trade-off.
  • Fokus ke fitur, bukan ke masalah Anda — mereka menjual, bukan menyelesaikan.
  • Tidak jelas soal kepemilikan source code, data, dan akses.

Pertanyaan yang layak diajukan

  1. Bagaimana proses discovery Anda?
  2. Apa yang terjadi kalau lingkup berubah di tengah jalan?
  3. Bagaimana dukungan setelah go-live, dan berapa waktu responsnya?
  4. Siapa yang memiliki data dan source code setelah proyek selesai?

Jawaban atas empat pertanyaan ini sudah cukup memisahkan vendor yang serius dari yang sekadar berjualan.

Ingin ngobrol dengan vendor yang memulai dari masalah Anda, bukan dari produk? Mari mulai dari konsultasi gratis.

WhatsApp